Follow my IG @adityayw

.

Parangtritis

@adityayw

On the Table

- @adityayw - facebook.com/adityayw - about.me/adityayw - wartoskampus.wordpress.com

Sunset in Indrayanti

- @adityayw - facebook.com/adityayw - about.me/adityayw - wartoskampus.wordpress.com

Jembatan Kuning Imogiri

- @adityayw - facebook.com/adityayw - about.me/adityayw - wartoskampus.wordpress.com

West Lake Resto

- @adityayw - facebook.com/adityayw - about.me/adityayw - wartoskampus.wordpress.com

Showing posts with label alam. Show all posts
Showing posts with label alam. Show all posts

Thursday, August 18, 2011

CLimber on "Sikunir" Mountain

Sunrise on the sikunir



SIKUNIR adalah salah satu gunung kawasan DIENG, belum banyak climber2 pada mengetahuinya..mungkin hanya kedengaran namanya saja. namun tidak begitu dengan para turis-turis, mereka sudah sering mengejar mata dewa di daerah tersebut, karena bantuan tour guide dari IDENGnya. perjalanan dari dieng memakan waktu 3 jam. kalau misalkan langsung dari kawasan sikunir mendakinya memerlukan waktu 30-60 menit untuk sampai puncak. tergantung fisik.


Cukup mengisi BBM fuel dari jogja sampai deh di SIKUNIR. Tetapi harus benar2 mempersiapkan kondisi kendaraan sebaik-baiknya, ganti oli dulu, service juga perlu.
Klompok Climber adalah bagian dari orang-orang yang gila,  kami berangkat dari kota gudeg sehabis buka puasa.
Sekitar 7 km sebelum memasuki kawasan Sikunir  udaranya seperti ES...kalau anda penah menggenggam ES balok huuuuffttt..sama rasanya, begitu dingin.benar-benar menusuk tulang...Sesampai puncak sekitar pukul 00.30. kami istirahat sebentar untuk meredam lelah yang sangat...
kami mendirikan tenda yang hanya cukup untuk 8 orang. kebetulan climber hanya 8 orang jadi pas banget...namun walau jadi satu tetap aja dingin.

Dengan berbekal MIE instan dengan kompor parafin kami merebus mie. dan tidak lupa JAHE hangat yang kami bawa dari jogja tidak sia2.cukup membantu menghangatkan tubuh. Bener2 dingin diudara DIENG..jadi harus benar2 persiapan matang. Lebih anehnya lagi penduduk disana suhu sedemikian belum seberapa. kadang turun hujan es.wwaaaaaoooowwww...

setelah wedangan  kami langsung tidur. pukul 04.00 udara di puncak sangat tidak bersahabat...kencang dan sangat....sangat....dinginn....2(dua) dari kami keluar mencari kayu untuk memanaskan tubuh..

berakit-rakit kehulu berenang ketepian.
bersakit-sakit dulu bersenang-senang kemudian

..memang benar pukul 05.15 langit mulai kemerahan dan para turis sudah mulai bermunculan.

dan akhirnya SANG MATA DEWA keluar...betapa maha dahsyat karya tuhan


..PUJI TUHAN..




foto bareng ma climber lain 

Wednesday, August 3, 2011

Climber on Purba Nglanggeran Mountain

Climber-climber mungkin sudah tidak asing lagi mendengar nama gunung Nglanggeran, gunung yang sering digunakan pendaki dengan jalur yang berbeda, atau pun outbond-outbond yang dilakukan para anak-anak SMA/K untuk penggemblengan Dewan Ambalan or Osis.
Kami berangkat ber-5 dari kampus STIE tepatnya pukul 20.30 sampai di lokasi tepat pukul 21.15. jalan yang kami tempuh lumayan bagus, tetapi sesampai kami di Pathuk jalnnya mulai berlubang. kami langsung menuju sekertariat untuk ijin mendaki, dengan biaya 10.000/orang sudah termasuk parkir.
Kami langsung mendaki mulai pukul 21.30. dengan hanya berbekal "senter korek" kami pun nekad mendaki. Kami baru pertama melakukan XPDC ini yang dilakukan malam hari. lumayan menyeramkan, tebing-tebing, batu terjal, tanaman yang rimbun, gelap akan tetapi adrenalin kami terpacu. tapi sayang salah satu dari teman kami terlalu capek untuk mendaki. kami istrihat berkisar 5- 8 kali.

Dengan perjuangan yang begitu melelahkan akhirnya kami tiba di puncak pukul 24.00.(mampir di berbagai bukit)..kami mempersiapkan untuk makan malam. kami membawa kompor kecil dengan nyala api parafin. "mie rebus siap disajikan.dengan tempat seadannya karena persiapan kami belum matang, terpaksa memakai potongan botol air mineral, gelas. hembb...:( .." serta kopi hangat dalam termos. MANTAP...


Semalaman kami ngobrol sambil menunggu sang mata dewa muncul. sepi hanya suara beberapa pendaki lain. yang mulai naik kepuncak...angin yang lumayan begitu besar tidakkan menyurutkan niat kami untuk tidur diatas puncak. pukul 04.00 udara sangat tidak bersahabat.diiiiinnggiiiiinnnn.....!!!!!! pukul 05.00 kami disusul pendaki lain karena sang mata dewa sudah mulai menampakan kemerah-merahannya. barang-barang kami mulai kami bereskan tinggal mengabadikan moment yang indah. karunia TUHAN.


me on the left.
Tanks GOD.

Monday, July 25, 2011

Indrayanti "Bitch"..

INDRAYANTI , ya itu nama sebuah pantai yang ada di Yogyakarta, tepatnya Sundak Timur, Tepus, Wonosari, Gunung Kidul. Pantai Indrayanti ini masih tergolong pantai yang baru di yogyakarta ketika saya berkunjung kesana pun belum seramai pantai-pantai disekitarnya seperti pantai SUNDAK, BARON, KRAKAL, KUKUP atau WEDI OMBO. 



Perjalanan ditempuh dari yogyakarta kira-kira 2jam. Tapi perjalanan yang jauh itu terbayar dengan keindahan yang ada di pantai INDRAYANTI ini, hamparan pasirnya yang putih bersih, tidak banyak sampah serta batu-batu yang menjulang dengan kokoh adalah salah satu ciri khas dari pantai ini. Keindahan pantai ini juga tidak kalah dengan pantai-pantai yang ada dibali.


Indrayanti On SUNSET..
"Maha Dahsyat kuasa TUHAN" tidak terkira indahnya...apa lagi bersama pasangna..hemmbbb....



Sunday, July 3, 2011

Climber on Suroloyo

Kawasan Suroloyo , salah satu objek wisata di Yogyakarta. Matahari mulai terik karena cuaca sangat cerah siang itu. Perlahan udarapegunungan yang sejuk dan berkabut mulai berhembus di sela-sela hamparan perkebunan teh, membuat terik matahari tidak terasa lagi. Itulah suasana yang kerap kali kita jumpai bila kita berkunjung ke Puncak Suroloyo, bisa panas menyengat tetapi bisa berubah menjadi dingin dan gelap karena kabut disertai hembusan angin gunung. Meski demikian Puncak Suroloyo tetap memiliki pesona wisata tersendiri selain objek wisata lain di Yogyakarta seperti Kaliurang, Kaliadem atau Kawasan Wisata Deles Di Kabupaten Klaten.

Puncak Suroloyo, begitu dinamakan mungkin karena lokasinya tertinggi di deretan pegunungan menoreh kurang lebih berada 1000 meter dari permukaan air laut. Puncak Suroloyo sendiri berada di Keceme, desa Gerbosari,Kecamatan Samigaluh, 45 km dari Yogyakarta. Yang sesungguhnya berada pada perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Salah satu kaki bisa kita pijakkan ke wilayah Yogyakarta dan kaki yang lain bisa kita pijakkan di wilayah Kecamatan Borobudur Jawa Tengah.



Puncak Suroloyo

Dari Puncak Suroloyo kita disuguhi pemandangan yang menakjubkan, panorama candi Borobudur dapat kita nikmati dari Suroloyo seolah-olah kita berada di atas pesawat terbang yang terbang pada ketinggian rendah. Dari Puncak Suroloyo ini pula kita bisa menikmati pemandangan Gunung Merbabu-Merapi , Gunung Sindoro-Sumbing yang bersanding dengan eloknya. Pemandangan pegunungan menoreh yang berada di sekeliling Suroloyo menjadi nilai tambah keindahannya. Keindahan panorama ini telah didukung dibangunnya tiga buah pendopo yang memberikan kenyamanan tersendiri. Dari sini pula kita bisa menikmati indahnya Sunrise dan Sunset yang sangat menawan, jika cuaca sedang cerah. Ada beberapa fasilitas kawasan Puncak Suroloyo yang membuat kita bisa betah meluangkan waktu berwisata.
Mitos Puncak Suroloyo

Selain itu Suroloyo tidak terlepas dari cerita bahwa tempat inilah yang digunakan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo untuk bertapa, yang menghasilkan wangit bahwa dia akan memerintah tanah jawa. Puncak ini diyakini sebagai kiblat pancering bumi (pusat dari empat penjuru) di tanah Jawa. Masyarakat setempat percaya bahwa puncak ini adalah pertemuan dua garis yang ditarik dari utara ke selatan dan dari arah barat ke timur Pulau Jawa. Pada Malam Satu Suro ( 1 Muharam) kawasan ini sangat ramai dikunjungi oleh pengunjung.

Pada Masa Hindu Kuno masyarakat mempercayai bahwa Kayangan atau tempat bersemayam para dewa berada di Gunung Himalaya, puncak gunung tertinggi di dunia. Cukup sulit pada saat itu membayangkan seperti apa Puncak Himalaya sebagai tempat para dewa. Karena itulah para pendeta Hindu menjadikan Puncak Suroloyo sebagai peraga Kayangan. Pada waktu itu Puncak Suroloyo dikenal sebagi tempat tertinggi di kerajaan Mataram.

Selain Puncak Suroloyo sendiri sebagai Kayangan ada tempat-tempat lain di kawasan Suroloyo yang tidak lepas dari mitos pula. Sebutlah misalnya Pertapaan Mintorogo, dalam cerita pewayangan pertapaan Mintaraga merupakan tempat bertapa Janaka yang memperoleh senjata berupa panah yang dipergunakan pada Perang Bharatayuda mengalahkan Raja Newatakawaca. Nama Mintorogo diambil dari Kyai Ajar Mintorogo, dari segi harfiah Mintorogo sendiri berarti kehidupan yang sederhana dan bersahaja.

Ada pula kawasan Suroloyo yang disebut dengan Sendang Kadiwatan dan Sendang Kawidodaren merupakan tempat mandi para Para dewa dan Bidadari.Ada lagi Enceh Suci yang merupakann padasan yang konon merupakan bekas masjid.



Gardu Sariloyo, Sisi Lain Puncak Suroloyo

Rute Ke Arah Puncak Suroloyo

Untuk sampai ke Puncak Suroloyo pengunjung harus membawa kendaraan sendiri karena tidak ada angkutan umum sampai disana. Perjalanan bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Atau jika anda penggemar Mountain Bike, medan Suroloyo menantang untuk dicoba. Yang perlu diperhatikan adallah kondisi kendaraan yang Fit dan Driver yang handal. Karena jalan menuju kesana penuh dengan tikungan tajam dan menanjak. Selain itu ruas jalan cukup sempit untuk dilalui lebih dari satu kendaraan. Di kiri dan kanan jurang yang dalam, walau tertutup pohon namun cukup membahayakan. Dari Yogyakarta bisa menempuh Rute Jl.Godean — Kenteng — Nanggulan — Kalibawang – Suroloyo . Jika anda datang dari arah Semarang/Magelang bisa melaluiRute Magelang — Muntilan — Jl Wates — Kalibawang — Suroloyo. Ada lagi rute alternatif yang bisa ditempuh melalui Borobudur. Akan tetapi hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki. dari Borobudur ke arah selatansearah dengan Hotel Amanjiwo. Sampai terminal kita harus meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki, karena tidak ada jalan menuju Puncak Suroloyo selain jalan setapak. Meski sudah saya coba ikuti tracking Via GPS yang menunjukkan ada jalan menuju puncak Suroloyo, tetapi ternyata memang hanya jalan setapak itu satu-satunya jalan. Informasi dari penduduk setempat meyakinkan saya bahwa mencapai puncak Suroloyo dari rute Borobudur hanya bisa dengan bejalan kaki. Namun jika anda tertarik bisa ditempuh rute ini karena pemandangan yang begitu indah akan kita dapatkan.

Kuliner Di Suroloyo memang sangat terbatas, di lokasi hanya ada beberapa warung kecil yang menyediakan Kopi, Teh dan makanan ala kadarnya. Jika anda mau,mungkin bisa menyempatkan diri makan di Warung Sate Mbah Margo, yang berlokasi di Nanggulan walaupun jaraknya cukup jauh. Sate ini konon menjadi langanan Bupati Kulonprogo bila menjamu tamu-tamunya.
Selamat Berwisata di Yogyakarta.
me on the left
Tank's GOD